CELOTEHAN 31 MARET 2010; Berawal dari pertandingan sepak bola
Celotehan 31 Maret 2010
Bangun pagi rasanya lemeeess skali, tim kesayangan, dinihari tadi kena libas sama tuan rumah. Bela-belain begadang buat nonton Munchen vs Man Utd di ajang Liga Champion. Berharap menang buat tim kesayangaan Man Utd, eee malah digilas dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah Munchen. Padahal sudah seneng banget waktu gol dimenit-menit awal babak pertama. Teriakan “goooolll” sampai bangunin orang yang lagi tidur. Selanjutnya, diem dan melempem seperti kerupuk yang kena angin selama tiga hari. Wkakakaka, bola memang bundar (kalo kotak aneh dech sepertinya), biar timnya berharap dan komat-kamit untuk menang namun bolanya nggak berpihak sama tim kesayanganku, mau bilang apa? Mau digembesin bolanya? Lucu, lawong nontonya di TV. Mau diancurin TVnya? Guoblognya nggak ketulungan, TV cuman ada satu-satunya. Sudahlah, masih ada pertandingan berikutnya dikandang sendiri. Musti MENANG MAN UTD!.
Sepertinya aku mendengar suara gesekan antara benda yang memiliki rambut banyak sekali sama lantai ini. Hahhh…aku ketiduran dilantai depan TV rupanya! Dan sementara mataku masih enggan terbuka, aku melihat benda yang menggesek-gesek dilantai datang menghampiriku. Sapu…ya sapu itu mendekati aku yang lagi tergeletak dilantai dengan mata sedikit terbuka dan iler yang mengering dipipi dengan aroma yang tidak begitu bersahabat dengan hidungku. Astaga, semakin mendekat rupanya barang pembersih itu. Cepat-cepat aku menghindar, bangun dengan sedikit melompat kebelakang dan mengambil posisi kuda-kuda jongkok. Jurus kerbau membajak nyaris aku keluarkan, tapi urung terlaksana, karena ada yang lebih mengerikan dibanding sapu pembersih lantai itu. “Ayah cepat mandi, kesiangan terus, mangkanya jangan BEGADANG!” Wooow ternyata suara mantan pacarku yang lagi nyapu ruang keluarga sedang berada tepat dihadapanku yang masih kucel ini. Dengan lemas (padahal uda mirip pendekar) aku melangkah kekamar mandi dengan handuk dikalungkan keleher.
Didalam kamar mandi, sambil melucuti satu persatu pakaian yang melekat dibadan, pikiran masih melayang mengingat pertandingan sepak bola tadi malam dan tragedi sapu ijuk barusan. Byarrr, lamunan hancur seiring tangan ini mulai memelorotkan kain yang tinggal satu-satunya menempel dibadan dan dibawah perut. Apalagi kalau bukan CELANA DALAM alias “CD”. Sekarang aku didalam kamar mandi sudah benar-benar tanpa busana selembarpun alias “TIIIITTTTTTTT…….” (maaf, sensor karena terlalu privasi dan melanggar UU Pornografi).
Sehabis mandi, aku tolong ibu membersihkan tempat tidurku (seperti lirik lagu apa ya?). Pakaian rapi sudah kukenakan, tidak lupa mengoleskan deodorant ke kedua sudut lipatan antara pangkal lengan dengan badan seputar dada bagian samping (ribet amat kalimatnya, bilang aja KETEK napa..!). Setelah rapi dan harum, seperti biasa, aku menemani anakku dan istri yang lagi sarapan sambil nonton TV. Kopi hitam hangat telah tersedia. Sedikit-demi sedikit aku minum sampai anakku dan istriku selesai sarapan. Ngobrol ngalor-ngidul terjadi, muali dari A sampai Z dibicarakan diruang keluarga ini. Setelah selesai semuanya, istriku beranjak pergi kerja. Maklum dia wanita karir, dan aku tidak pernah melarang dia untuk berkarya (itung-itung nambah uang belanja). Dan saat itulah kami berdua mulai melangkah menuju aktivitas kerja masing-masing.
Sampai ditempat kerjaku, sambil ngisi kekosongan (maklum wiraswasta, jadi kerjanya suka-suka aku saja), iseng aku ketak-ketik kejadian semalam dan sampai saat makan siang ini. Maunya sih buat catatan pribadi saja, eh tau setan apa yg menghasut untuk mempostingkan celotehan ngak karuan ini keblog dan FB ku. Ya sudah, aku posting saja dan kalian semua selamat mebaca serta mengomentarinya. Sekian dulu ya, soalnya aku mo makan siang. Lain kali aku tulis lagi celotehan hari-hariku. []
Iwan Mamonk
31 maret 2010
denpasar-bali
SESAMA DJAYA